Belajar Teknik Berjualan dari Asuransi Jiwa

Belajar sebuah usaha atau bisnis tentu banyak sumbernya, baik itu dari pengalaman, kebiasaan-kebiasaan pengusaha sukses dalam menjalani usahanya ataupun dari usaha teman yang sama-sama bergelut dalam bidang yang sejalan. Menurut James Gwee saat meneliti para sales bidang asuransi jiwa, sistem berjualan itu sama saja bagi semua penjual, tapi pola dan teknik yang mereka gunakan bisa berbeda atau sangat berbeda antara satu dengan yang lain.
Dilansir dari Liputan6.com, banyak agen asuransi jiwa yang begitu sukses tapi ternyata cara mereka berjualan dan pola penjualan mereka sangatlah berbeda. Namun ada beberapa kesamaan yang mereka gunakan dalam teknik berjualan, dan dibawah ini adalah lima teknik yang bisa kamu gunakan untuk berjualan.
Biarpun trik ini diambil dari bidang asuransi jiwa tapi trik dan ilmu ini bisa digunakan dalam segi umum dan berkaitan dengan usaha yang kamu jalani sekarang:
1. Mengelola waktu yang berbeda
Seperti yang dijelaskan James Gwee tentang manajemen waktu dari agen top dunia. Saat para penjual mengatur waktu, mereka mengelolanya secara berbeda. Para agen asuransi jiwa memiliki trik-trik yang berbeda dalam mengelola waktu untuk berjualan.
Tapi mereka mempunyai target yang sama yaitu menarik banyak pelanggan dan menjual apa yang mereka jual. Para orang sukses, ahli dalam memanajemen waktu tetapi mereka memiliki trik-triknya sendiri dalam mengelola waktu itu.
2. Penjual memiliki profil berbeda dari klien
Tanpa terkecuali, para agen disini sudah memiliki target klien yang mereka inginkan terlebih dahulu. Namun, mereka memiliki target pasar yang berbeda satu dengan yang lain, ada yang menargetkan usai 55-65 tahun yang memiliki anak yang sudah tamat sekolah, ada yang benar benar menargetkan kepada asuransi anak anak.
Jadi beberapa agen tidak akan fokus pada kerabat atau kenalan yang tidak sesuai dengan target pasar mereka.
3. Bertemu klien dengan cara dan tempat yang berbeda
James Gwee dengan penelitiannya menyimpulkan bahwa beberapa agen asuransi jiwa memprospek semua teman/kenalan yang ada dalam lingkungannya, bahkan ada juga yang memprospek hanya berdasarkan referensi temannya sehingga tidak ada referensi maka tidak ada pertemuan.
Dalam hal pertemuanpun berbeda, ada yang bertemu dengan klien di tempat klien mereka, tapi ada juga yang siap untuk bertemu klien di mana saja atau bahkan ada beberapa lainnya hanya ingin bertemu klien di kantor mereka sendiri karena mereka merasa alat yang dibutuhkan klien ada di kantor mereka.
Ada juga yang bertemu di restoran agar pramusaji dapat melayani mereka berdua dengan baik.
4. Bertemu klien utama dan pendampingnya
Beberapa penjual biasanya hanya terfokus menemui prospective client, namun beberapa klien merasa akan lebih baik jika mereka mengajak rekan, kerabat, saudara atau suami/istri mereka untuk menemui kamu si penjual.
5. Penjual pakai metode dan alat yang berbeda
Beberapa penjual menggunakan alat tulis biasa atau hanya menjelaskan secara verbal tentang bisnis kamu. Dan beberapa dari penjual lainnya juga telah mempersiapkan bentuk rinci atau bercerita untuk menjelaskan tentang bisnis kamu pada pertemuan pertama dengan klien. Agar pertemuan mereka berkesan dan menghasilkan pertemuan yang bermanfaat.
Ada juga penjual yang menggunakan stategi tidak melakukan penjualan pada pertemuan pertama dengan klien. Ada yang menargetkan hanya mendapat kesepakatan verbal, ada juga yang menargetkan pengisian form di hari pertama dan itulah lima teknik yang diperoleh dari penelitian seorang James Gwee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Konsep Kegiatan Pemasaran

Cara Menghadapi Konsumen yang Rewel

Waktu Yang Baik Untuk Melakukan Promosi