Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seseorang Gila Kerja? Kenali Hustle Culture

Bekerja dengan keras memang merupakan salah satu upaya yang baik dalam keberlangsungan hidup. Akan tetapi, jika sampai gila kerja bukanlah hal yang baik. Sebab segala sesuatu yang berlebihan tentu akan berdampak buruk bagi insan itu sendiri dan sekitarnya. Sebagian orang memiliki gaya hidup yang perfeksionis dan selalu memprioritaskan pekerjaan. Gaya hidup ini bukanlah gaya hidup yang baik, malah banyak efek negatif yang menyertainya. Akhir-akhir ini sedang semarak istilah hustle culture yang berkaitan dengan gila kerja, akan tetapi masih banyak yang belum paham apa maksud dari istilah tersebut.

hustle culture

Pengertian Hustle Culture

Pernahkah mendengar istilah ini? Jika kalian sering lembur kerja setiap hari tanpa memikirkan waktu untuk diri sendiri dan tidak memedulikan kesehatan mental demi mencapai suatu kekayaan, maka waspadalah kalian sedang menjalani hustle culture. Definisi sederhananya, merupakan budaya bekerja terlalu keras serta selalu mendorong diri untuk melewati batas kemampuan demi mencapai tujuan seperti kemakmuran dan kesuksesan secepat mungkin. 

Untuk seseorang yang baru beranjak dewasa, karir tentu menjadi sebuah aspek terpenting dalam hidup mereka. Apalagi bagi mereka yang baru saja menamatkan pendidikan tertingginya. Sayangnya, anak-anak muda tersebut sering menjadi korban dari budaya ini. Mereka yang masih naif selalu mengutamakan produktivitas, pekerjaan, serta penghasilan ketimbang peduli terhadap kesehatan fisik mental dan hubungan antar sosial dan diri sendiri. Parahnya, mereka sering tidak sadar kalau sedang menjalankan budaya yang tidak baik ini yang akan membuat masa depan mereka berdampak buruk. 

Bermula Dari Usia Muda

Pada kenyataannya, budaya bekerja terlalu keras ini tidak hanya dialami oleh para pekerja saja. Budaya ini juga bisa dialami oleh seseorang yang masih menjalani pendidikan seperti siswa sekolah. Banyak dari dewasa muda yang memiliki budaya ini, berawal sebab ketika sekolah mereka merupakan siswa yang memiliki jadwal sekolah yang padat. Mulai dari pelajaran sekolah yang full sampai sore, belum lagi adanya kegiatan diluar sekolah seperti ekstrakurikuler dan les. Tujuan mereka adalah ingin memperluas koneksi, memperkaya pengalaman, serta menambah ilmu diluar ilmu akademis. 

Penyebab Munculnya Hustle Culture

Adanya budaya ini tentu bukan tanpa penyebab dan tiba-tiba muncul begitu saja. Banyak faktor yang sampai memunculkan gaya hidup tidak ideal ini. Diantaranya:

Teknologi yang Maju

Perkembangan teknologi yang maju menjadi penyebab budaya ini menyebar cepat. Salah satunya adalah smartphone. Benda itu tidak lagi berfungsi hanya untuk saling berkomunikasi jarak jauh, akan tetapi menjadi sarana untuk bekerja. Dengan smartphone bisa dengan mudahnya melakukan berbagai kebutuhan pekerjaan seperti meeting via online dengan klien, membalas email pekerjaan, dan masih banyak lagi. Kemudahan tersebut yang membuat penganut budaya ini bekerja terus menerus sepanjang waktu tanpa memperdulikan dirinya sendiri.

Toxic Positivity

Istilah ini dapat diartikan sebagai dorongan untuk terus bisa berasumsi positif walaupun sedang mengalami tekanan yang kuat. Dorongan tersebut kerap kali datang dari dalam hati hingga perkataan orang sekitar. Seperti ketika lelah akan pekerjaan yang menumpuk, bukannya berhenti sejenak untuk beristirahat tetapi malah muncul pemikiran untuk tidak menyerah dan pasti bisa melakukannya sampai selesai, lalu berakhir pada kembali bekerja. Sering juga dari orang sekitar yang selalu berbicara dengan kalimat yang lebih menyakitkan seperti “Kapan suksesnya kalau segitu aja udah cape?”, hal itu membuat sang empunya kembali bekerja. 

Itulah Hustle Culture yang perlu dipahami kembali apa maksudnya dan dari mana penyebabnya. Dengan mengenali lebih dalam, akan membuat diri kita terhindar dari terjerumus ikut ke dalam budaya ini.


Posting Komentar untuk "Seseorang Gila Kerja? Kenali Hustle Culture"