Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hati-hati Jangan Sampai Kamu Self Diagnose

Dewasa ini, topik tentang “mental health awareness” sedang hangat-hangatnya dibicarakan dikalangan anak muda. Orang-orang jaman sekarang sudah mulai banyak yang lebih peduli terhadap kesehatan mental mereka. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, mereka dapat dengan mudahnya mengakses informasi dari internet untuk mencari tahu tentang kesehatan termasuk gejala gangguan mental, sebagai contoh yaitu seperti mencari gejala orang yang sedang mengalami depresi. 

Berbagai platform media sosial pun juga sudah punya banyak campaign yang menyuarakan masalah mental ilness. Namun, dengan kemudahan mencari informasi di internet ini membuat orang-orang sekarang suka sekali menyimpulkan sesuatu yang belum pasti dan bukan hasil dari suatu tes yang valid.

kesehatan mental


Apasih Self Diagnose Itu?

Self-diagnosie merupakan upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh secara mandiri dari sumber-sumber yang tidak profesional, seperti teman, keluarga, informasi di internet, bahkan pengalaman di masa lalu. Padahal, semestinya diagnosis diri itu hanya boleh ditetapkan oleh ahli medis profesional karena ini menyangkut masalah kesehatan mental. Untuk mendiagnosis sesuatu yang tepat itu perlu proses yang sangat sulit. Konsultasi dengan dua dokter yang berbeda pun hasilnya belum tentu sama. Diagnosis sendiri perlu ditentukan dari segala aspek seperti gejala, keluhan, riwayat kesehatan, serta faktor lain yang sedang dialami.

Bahaya Self Diagnose Terhadap Gangguan Mental

Salah Mendiagnosis atau Resiko Misdiagnosis

Gejala yang dirasakan dan ditemukan saat self diagnosis dapat disalahpahami sebagai tanda dari sebuah gangguan kesehatan mental tertentu. Padahal, gejala tersebut bisa saja menjadi tanda dari beberapa jenis penyakit mental atau bahkan penyakit fisik lainnya. Sebagai contoh, seseorang merasa suasana hatinya sering kali berubah atau biasa disebut mood swing. Dan kemudian, ia akan mendiagnosis dirinya dari kondisi yang sedang dialami, ia mengira bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi. Padahal, kalau ia mau mencari pertolongan dari ahli medis profesional, ada kemungkinan lain berupa gejala fisik yang ia alami. Bisa saja yang dia alami bukan gangguan mental, akan tetapi penyakit fisik lain yang memang harus diobati.

Salah Melakukan Perawatan

Jika seseorang hanya berhenti pada self diagnosis dan tidak segera berkonsultasi kepada tenaga medis profesional seperti psikolog atau psikiater, ia bisa saja melewatkan detail yang lebih penting. Seperti ia bisa saja dengan mudah memutuskan untuk melakukan pencegahan atau perawatan tertentu. Orang itu bisa saja merasa hal yang ia putuskan sudah cukup dan sesuai, padahal bisa jadi solusi yang diputuskan sendiri malah salah. Perawatan yang dilakukan mungkin saja tidak ada pengaruh apa-apa terhadap kondisi kesehatan Namun, bisa membahayakan diri. Maka dari itu, pergi menemui ahli medis profesional untuk diagnosis lebih lanjut dan akurat akan lebih baik. Sebab, menurut ahli dengan melakukan self-diagnosis serta meyakini diri bahwa menderita gangguan mental tertentu, tidak akan membantu untuk pulih. Malah beresiko memperburuk kesehatan mental.

Langkah Yang Tepat Untuk Kesehatan Mentalmu

Berkonsultasi ke ahli medis profesional seperti psikolog atau psikiater. Pastinya hal ini menjadi pilihan pertama setelah melakukan self diagnosie supaya mereka akan mencari tahu lebih dalam tentang kesehatan mental Anda.

Komunikasikan dengan teman sebaya. Tidak masalah jika Anda berkomunikasi atau “curhat” kepada teman dekat mengenai gejala-gejala yang dicurigai sebagai gangguan mental. Bisa jadi teman Anda juga merasakannya dan ternyata gejala-gejala yang dirasakan bukanlah tanda dari sebuah gangguan mental yang serius.

Mencari tahu dan menggali lebih dalam tentang gejala yang Anda temukan. Ketika melakukan self diagnosis mengenai kesehatan mental Anda, coba gali informasi yang lebih banyak lagi. Jangan sampai hanya membaca satu artikel lalu langsung meyakininya, tapi juga cari sumber profesional dari  jurnal-jurnal kesehatan yang bisa mendukung hasil self diagnose.


Posting Komentar untuk "Hati-hati Jangan Sampai Kamu Self Diagnose"