THANKS GOOGLE, AKUN FB-KU JADI AMAN

Juli 02, 2020

Kayaknya nitizen dunia dan tentunya termasuk di Indonesia, kali ini harus berterima kasih banget pada Google. Di akhir April 2020, nitizen net Indonesia heboh dengan issu rawannya diretas akun email yang dipakai register di beberapa platform market place. Kini, google merilis 25 platform aplikasi di play store yang telah dihapus oleh google karena punya fitur yang mampu membaca user name dan passwor akun facebook penggunnanya. 25 platform yang telah dihapus tersebut sebagaimana dirilis oleh Voice of Indonesia, pada Rabu, 2 Juli 2020.




Adapun daftar 25 platform aplikasi yang dihapus tersebut diantaranya adalah :
1.    Accurate scanning of QR code
2.    Anime Live Wallpaper
3.    Classic card game
4.    Collor Wallpapers
5.    com.tqyapp.fiction
6.    Composite Z
7.    Contour level wallpaper
8.    Daily Horoscope Wallpapers
9.    File Manager
10.    iHealth Step Counter
11.    iPlayer & iWallpaper
12.    Junk file cleaning
13.    Padenatef
14.    Pedometer
15.    Plus Weather
16.    Powerful Flashlight
17.    Screenshot Capture
18.    Solitaire Game
19.    Super Bright Flashlight
20.    Super Flashlight
21.    Super Wallpapers Flashlight
22.    Synthetic Z
23.    Video Maker
24.    Wallpaper Level
25.    Wuxia Reader

Khusus Anda yang pernah menginstallnya, gak perlu khawatir. Karena pihak google juga telah menonaktifkan aplikasi ini secara otomatis di semua perangkat smartphone yang menginstallnya. Namun demikian, jauh lebih bijaksana jika Anda mengganti password dari facebook Anda saat ini juga.

Masih dari rilis voi.id. Jika diakumulasikan, semua aplikasi tersebut sudah diunduh sebanyak 2,34 juta kali. Bisa dibayangkan akan cukup banyak pengguna smartphone yang bakal menjadi korban. Terungkapnya fakta ini berkat hasil kerja keras dari sebuah perusahaan keamanan siber asal Prancis bernama Evina, yang memberikan hasil investigasi atau bukti kepada Google.

Investigasi Evina, menemukan fakta bahwa ke 25 aplikasi ini dibuat oleh pelaku yang sama.  Cara kerjanya adalah membuat sebuah permintaan dengan tampilan palsu untuk meminta terhubung ke akun Facebook. Korban akan diminta memasukan username dan password akun Facebook di kolom yang terlihat asli atau meyakinkan.

Sekilas korban tidak akan menyadari bahwa halaman login Facebook yang disajikan sebenarnya palsu. Menurut ahli keamanan siber hal ini bisa terlihat dari logo atau ikon dan warna tab aplikasi yang diperlihatkan. Disinyalir Nantinya data yang dicuri akan dikirim oleh aplikasi berbahaya ini ke sebuah server milik pelaku kejahatan siber.

Jadi, hai para netizen net +62 ayo katakan "Thank Google, akun FB-ku jadi aman sekarang"


You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images