Peluang Besar Dari Bisnis Budidaya Buah Naga


Pernahkah Anda memakan buah naga? Meskipun bentuknya aneh, dan beberapa kalangan menyebutnya menyeramkan, namun rasa buah naga sungguh menyegarkan. Ada rasa manis, dan sensasi dingin dari daging buah. Konon, dengan memakan buah naga, stamina kita bisa pulih lagi, setelah habis untuk bekerja.
Buah naga atau dragon fruit saat ini memang menjadi alternatif bagi petani buah-buahan untuk dibudidayakan. Hal ini karena buah naga memiliki prospek ekonomi yang luar biasa. Tak hanya menjadi buah-buah favorit bagi masyarakat Indonesia, buah naga ternyata juga laku diekspor hingga ke luar negeri, seperti Amerika, Asia, dan Negara-negara Eropa.
Bahkan di China, buah naga selain dikonsumsi masyarakat sana, ternyata juga dijadikan pelengkap untuk upacara-upacara tradisional. Kebutuhan di dalam dan luar negeri akan buah ini membuat prospek budidaya buah naga dari hari ke hari kian menjanjikan.
Dalam pembudidayaan buah naga sebenarnya cukup mudah. Pembibitannya bisa langsung dilakukan dengan memotong batang pohon yang sudah tua, dengan jarak minimal 10 cm dari tiang. Lalu, batang yang sudah dipotong tersebut ditancapkan ke media tanam yang bisa dibuat dengan mencampur pasir sungai, kompos, tanah gembur, dan abu sekam. Media ini bisa langsung dicampur di tanah atau bisa juga dibuat dengan menggunakan tong. Untuk memperkuat pohon buah naga agar berdiri, digunakan kayu angsana.
Buah naga yang berumur 1 tahun, umumnya sudah siap berbuah. Sekali berbuah, satu pohon buah naga bisa menghasilkan 8 – 30 buah naga. Hal ini juga bisa kita set, mau seberapa besar output buah naga. Jika kita membiarkan hingga 30 buah naga dalam satu pohon, maka buah yang dihasilkan akan kecil-kecil dan biasanya tidak masuk dalam standar penjualan di toko buah. Jika kita membuat satu pohon hanya menghasilkan 8 atau 10 buah saja, maka buah yang dihasilkan akan besar, dan sesuai standar di toko swalayan. Untuk menghendaki satu pohon hanya menghasilkan 8 buah naga, maka kita harus rutin untuk memangkasi bakal buah yang tumbuh.
Pembudidayaan buah naga cukup mudah, baik perawatan dan pemupukan. Bahkan buah naga, kalau bisa jangan terlalu sering dipupuk, karena akan membuat kulit buah naga tipis dan kerap pecah. Hingga sekarang belum ada hama dan penyakit potensial yang mampu mematikan buah naga.
Saat ini selain buah naga putih, terdapat juga buah naga super red, buah naga kuning, hingga baru-baru ini ada petani yang membudidayakan buah naga hitam. Hampir keseluruhan jenis buah naga memiliki kandungan zat antioksidan yang banyak. Dengan mengkonsumsi buah naga, juga akan menurunkan terkena stroke, kanker, hingga penyakit kolesterol.
Pemasaran buah naga tergolong mudah. Banyak masyarakat yang menyukai buah ini, karena memiliki banyak khasiat di dalamnya. Satu buah naga biasanya bisa dijual seharga Rp 15 ribu kepada konsumen. Selain bisa dipasarkan dengan sistem door-to-door, petani buah naga juga bisa menggunakan tengkulak untuk memasarkan buah naga. Para tengkulak biasanya langsung datang ke rumah petani untuk memanen buah naga tersebut.

0 komentar: